SOSIALISASI ARSIP MASUK DESA

Wujud Kesadaran Terciptanya Tertib Arsip Desa

 

Program Arsip Masuk Desa (AMD) merupakan program yang dicanangkan oleh ANRI sejak tahun 2009. Tujuan Program AMD adalah meningkatkan peran arsip dalam penyelenggaraan administrasi pemerintah desa dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di desa. Sasaran Program AMD adalah meningkatnya kualitas pengelolaan arsip pada pemerintah desa yang sesuai dengan kaidah kearsipan dan peraturan perundang-undangan

Dilihat dari posisi strategis bahwa Pemerintah Desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang berada di tingkat paling bawah dan bersentuhan dengan pelayanan kepentingan masyarakat maka pemberdayaan arsip desa harus semakin ditingkatkan peran dan kapasitasnya. Dari realita yang ada hingga pada dekade saat ini masalah pengelolaan arsip desa belum mendapatkan perhatian yang cukup sehingga ketika arsip diperlukan sering ditemui berbagai permasalahan, seperti rusak dikarenakan tidak adanya pemeliharaan yang cukup, atau hilang karena sistem pengelolaannya yang tidak mengikuti aturan atau kaidah yang benar, dan sebagainya. Ketidakjelasan pengelolaan arsip desa lebih-lebih yang merupakan arsip arsip vital dapat mengganggu proses perjalanan pemerintahan desa.

Pada era sekarang ini, dimana Pemerintah Desa menjadi sorotan dari berbagai pihak dengan banyaknya kucuran dana baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah maka pemerintah desa harus mulai menata dan mengelola arsipnya dengan baik. Karena dana yang diberikan tersebut harus dipertanggungjawabkan peruntukannya.

Tidak hanya sebatas dana saja, namun arsip-arsip lain pun di desa harus dikelola dengan baik, seperti arsip asset dan arsip yang tercipta dari pelaksanaan kegiatan yang ada di desa tersebut.

Oleh karena itu, mengingat pentingnya permasalahan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Sosialisasi Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 19-20 Desember 2019 bertempat di Aula Janaka Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta dengan peserta seluruh Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Purwakarta berjumlah 192 orang.

Kegiatan Sosialisasi Arsip Masuk Desa ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta Hj. Dra. Netty Dewi Purnamawati, M.Kes. Dalam sambutannya Plt Kadis menekankan bahwa Desa harus mulai memperhatikan arsip-arsip yang tercipta dan disimpan dengan baik. Arsip yang dihasilkan tersebut harus dikelola menurut peraturan yang berlaku, dan bukan berarti arsip yang ada menjadi milik kepala desa sehingga apabila kepala desa tidak terpilih lagi arsipnya pun menjadi hilang. Dengan menyimpan arsip dengan baik maka kandungan nilai informasi yang ada akan terjaga dan bisa menjadi bagian dari sejarah perkembangan desa tersebut. “Diharapkan agar para peserta  sosialisasi dapat menyerap ilmu yang diberikan narasumber dengan sebaik mungin, sehingga apa yang dipaparkan mengenai kearsipan ini dapat direalisasikan dan diaplikasikan di lingkungan kerjanya masing-masing”

Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sedang memberikan sambutan pada kegiatan Arisp Masuk Desa

Menurut Kepala Bidang Pembinaan, Pelestarian dan Pengembangan Kearsipan sebagai ketua panita mengatakan kegiatan Sosialisasi Arsip Masuk Desa diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan kepada Kepala Desa, karena banyak yang belum mengetahui mengenai kearsipan itu sendiri apalagi banyak kepala desa yang masih baru. “Kita ingin menekankan bahwa menurut UU 43/2009, Pencipta arsip bertanggung jawab untuk mengelola arsipnya sendiri dengan menyediakan tempat dan sarana kearsipannya sedangkan LKD dalam hal ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta bertanggung jawab untuk menyelamatkan arsip statis”

Kegiatan ini mengundang narasumber yang berasal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat.

Dan pada kegiatan Sosialisasi inipun dibagikan tempat minum kepada peserta untuk menggugah kesadaran pengurangan pemakaian plastik sebagai bagian Kampanye Pemerintah pengurangan sampah plastik di Indonesia.

Leave a Reply