Pemkab Purwakarta, memiliki ratusan pejabat yang kredibilitasnya sangat bagus serta mumpuni. Dari ratusan pejabat yang ada saat ini, dua di antaranya merupakan pejabat yang cukup bersinar.

Mengingat, dari sisi usia keduanya sama-sama masuk dalam kategori pejabat milenial yang usianya relatif muda. Kedua pejabat itu, tak lain dan tak bukan adalah Sekda Purwakarta Norman Nugraha dan Kadis Arsip dan Perpustakaan Asep Supriatna.

Selain memiliki karier yang moncer di usia muda, ternyata keduanya adalah sahabat karib sejak lama. Berikut kisahnya berdasarkan penuturan Kadis Arsip dan Perpustakaan:

“Antara saya dengan Pak Sekda Norman Nugraha, memiliki sejarah yang sangat panjang,” ujar Asep, disela-sela penjemputan langsung calhaj Purwakarta ke kediaman pribadi Norman Nugraha, Selasa 28 Mei 2024.

Ayah empat anak ini menuturkan kisah persahabatannya dengan Sekda Norman Nugraha. Kisahnya berawal dari sini, pada 2005 lalu Asep merupakan CPNS di Bappeda yang kini berubah nama menjadi Bapelitbangda Kabupaten Purwakarta.

Saat CPNS ini, Asep merupakan staf di instansi tersebut. Setahun kemudian, Norman Nugraha menjadi CPNS di Bappeda Purwakarta.

Karena ditempatkan di instansi yang sama, keduanya perlahan tapi pasti menjadi sahabat. Kemudian, pada 2008 Asep keluar dari Bappeda dan ditunjuk menjadi stafsus Kang Dedi Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai Bupati Purwakarta di periode pertama.

“Saat itu, stafsus Pak Bupati hanya saya seorang. Tidak ada temennya,” ujar Asep sambil terkekeh.

Selang setahun kemudian, tepatnya pada 2009 Norman Nugraha turut bergabung menjadi stafsus bupati. Sehingga, jumlah stafsus ini bertambah menjadi lima sampai enam orang.

Dari situ, persahabatan antara Asep dan Norman semakin erat. Asam garam dari menjadi CPNS sampai menjadi stafsus bupati dilalui bersama. Sampai keduanya menikah dan memiliki keluarga masing-masing.

Setelah jadi stafsus, kemudian keduanya berpindah-pindah tempat mengabdi. Puncak dieratkannya lagi persahabatan ini, ketika Norman Nugraha menjabat sebagai Kabid Pariwasata, kemudian Norman pindah ke BKAD dan Asep dipromosikan menjadi Kabid Pariwisata pengganti Norman.

Saat Norman bertugas di BKAD, kemudian Asep dipindahkan dan menjabat sebagai Camat Jatiluhur. Setelah itu, keduanya mengikuti open bidding untuk jabatan tinggi pratama (eselon 2).

Keduanya lolos. Setelah itu, Asep menjabat sebagai Kepala BKPSDM dan Norman menjabat sebagai Kepala BKAD. Beberapa tahun kemudian, keduanya berpindah tugas.

Norman menjabat sebagai Kepala BKPSDM, kemudian Asep menjabat sebagai Kepala Bapenda. Setelah itu, Asep pindah ke Dinas Arsip dan Perpustakaan, Norman mengikuti seleksi terbuka Sekda Purwakarta dan terpilih.

“Sampai saat ini, kami masih sering berkomunikasi membahas hal-hal yang sangat berat dan urgen sampai hal remeh temeh. Suka duka sudah kita lalui bersama, semoga Pak Sekda Norman dan istri bisa beribadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji mabrur dan mabruroh,” jelas Asep.

Pemkab Purwakarta memiliki kebiasaan unik yang saat ini masih dilestarikan turun temurun. Kebiasaan unik ini adalah menjemput calon jamaah haji dari rumahnya untuk diantarkan ke titik kumpul. Penjemputannya menggunakan mobil dinas milik pejabat.

Kebiasaan unik penjemputan calon jamaah haji ini, merupakan ide dan gagasan dari Bupati Purwakarta yang dijabat saat itu oleh Kang Dedi Mulyadi. Penjemputan calhaj oleh mobil dinas ini kali pertama digulirkan tahun 2016.

Sudah 8 tahun berlalu, kebiasaan ini masih dipertahankan. Mengingat, kegiatan ini sangatlah positif. Penjemputan calon jamaah haji, tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Seperti, kemacetan lalu lintas akibat iring-iringan kendaraan pengantar jamaah. Serta, meminimalisasi terjadinya tindak pidana kriminalitas, salah satunya aksi pencopetan akibat berkerumunnya masa.

Selasa 28 Mei 2024, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna bertugas menjemput salah satu calon jamaah haji. Uniknya, calhaj yang dijemput oleh Kadis Asep ini adalah Sekda Purwakarta Norman Nugraha dan istrinya Elitasari Kusuma Wardhani.

Kepala Disarpusda menjemput langsung Sekda Purwakarta Norman Nugraha dan istri yang menunaikan ibadah haji di tahun 2024

Kepala Disarpusda menjemput langsung Sekda Purwakarta Norman Nugraha dan istri yang menunaikan ibadah haji di tahun 2024

Asep menjemput calhaj Norman dan Elita dengan menggunakan mobil dinasnya dengan plat nomor T 1685 C. Lokasi penjemputan di kediaman pribadi Sekda Norman yang berada di Perum Munjul Lama.

Kadis Asep menjemput calhaj spesial ini, sekitar pukul 10.30 WIB. Kemudian, berangkat menuju titik kumpul pelepasan calon jamaah di Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari. Dalam perjalanan, calhaj Norman Nugraha dan Elitasari ini ditemani oleh putra bungsu mereka.

“Alhamdulillah, saya bisa menunaikan tugas yakni menjemput calon tamu-tamu Allah. Yang lebih senangnya lagi saya menjemput langsung pimpinan yakni Pak Sekda Norman Nugraha bersama istri,” ujar Asep.

Menurut Asep, penjemputan calhaj ini merupakan insentif atau pelayanan khusus Pemkab Purwakarta terhadap masyarakat. Sehingga, warga yang akan menunaikan ibadah haji, bisa aman dan nyaman di perjalanan dari rumah menuju titik kumpul. Termasuk tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi yang akan mengiringinya. Sebab, kegiatan penjemputan ini akomodasinya dibebakna ke Pemkanb Purwakarta.

Calhaj yang dijemput hari ini yaitu Sekda Purwakarta, merupakan jamaah kloter 38. Total warga Purwakarta yang berangkat pada kloter 38 ini, sebanyak 352 calhaj ditambah 8 petugas haji.

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !