PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, menggelar kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) dan Stakeholder Meeting (SHM), Kamis 3 Oktober 2024. Kegiatan yang diselenggarakan di Kecamatan Wanayasa ini, dihadiri oleh sejumlah kepala sejumlah perangkat daerah.

Adapun kepala perangkat daerah yang hadir, masing-masing dari Bapelitbangda, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Pangan dan Pertanian, DPPKB, Disnakertrans, Diskominfo, DKUPP, Dinsos P3A, Disporaparbud.

Tak hanya itu, pihak swasta juga turut andil dalam kegiatan SHM Disarpusda ini. Seperti, perwakilan dari PT Indorama, Politeknik Enjinering Indorama,
Komunitas Literasi dan Taman Bacaan Masyarakat serta undangan lainnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekda Kabupaten Purwakarta Norman Nugraha yang diwakilkan oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Agung Darwis Suriaatmadja.

Kegiatan Peer Learning Meeting dan Stakeholder Meeting 2024 Disarpus Purwakarta

Kegiatan Peer Learning Meeting dan Stakeholder Meeting 2024 Disarpus Purwakarta

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung Darwis Suriaatmadja, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Disarpusda Kabupaten Purwakarta ini.

“Secara prinsip saya setuju, ini ide yang bagus, ide yang cemerlang yang dimiliki Disipusda Kabupaten Purwakarta,” ujar Agung.

Menurut Agung, kegiatan pelatihan-pelatihan melalui program TPBIS berkolaborasi dengan stakeholder lain bisa dilakukan. Mengingat, pelatihan ini bertujuan membentuk kemandirian personal masyarakat terutama masyarakat bawah.

“Apa yang dilakukan Disarpusda Purwakarta ini bermuara pada sumber daya manusia yang mandiri guna mendukung rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Agung.

Karena itu, pihaknya menyambut baik kegiatan ini. Hasil diskusi dalam kegiatan ini nanti akan segera dilaporkan Sekda Kabupaten Purwakarta agar bisa ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disarpusda Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna mengatakan kegiatan hari ini guna menindaklanjuti program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

“Melalui program TPBI, Disipusda Purwakarta dimungkinkan melakukan berbagai pelatihan untuk masyarakat.
Untuk di Jawa Barat kita (Purwakarta) jadi percontohan TPBIS selain Kota Sukabumi,” ujarnya.

Melalui TPBIS, Disarpusda Purwakarta melakukan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan kehidupan masyarakat. Seperti mengelas, pelatihan memasak, pelatihan menjahit, pelatihan pemulasaraan jenazah pernah. Ada les bahasa Jepang, bahasa Korea, les bahasa Inggris.

Disarpusda, lanjut Asep, secara teknis tidak dibekali oleh kemampuan teknis. Jadi ketika nanti mengadakan pelatihan untuk masyarakat di desa seperti pelatihan menanam cabe harus berkolaborasi dengan Dinas Pertanian yang memiliki tenaga ahlinya.

“Nah pada hari ini saya sengaja mengundang para stakeholder perangkat daerah di Kabupaten Purwakarta. Tujuan yang pertama adalah saya ingin nanti dimungkinkan ada kolaborasi,” jelas Asep.

Asep mengungkapkan, sebelum kegiatan dilaksanakan, dirinya sempat berdialog dengan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Agung Darwis Suriaatmadja yang menyebutkan saat ini generasi masyarakat Indonesian bisa diibaratkan generasi stroberi, buah yang di luar kelihatan menarik, ranum, merah, tapi ketika kebentur langsung hancur.

Beda halnya dengan generasi dulu, seperti angkatan para kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Purwakarta saat ini yang bisa disebut sebagai generasi buah durian. Buah durian, kelihatan di luar jelek karena berduri, tapi tahan banting dan tetap utuh di dalam.

Generasi stroberi atau Gen Z saat ini banyak yang tidak memiliki kemandirian. Karena dimudahkan dengan teknologi. Sehingga, semuanya bisa diakses dengan cara instan.

Seperti halnya jika ingin makan saja, beda dengan generasi sebelumnya. Generasi dulu jika ingin makan dan di rumah sedang tidak ada orang tua, mereka berinisiaf membuat nasi goreng sendiri.

Sedangkan generasi sekarang, mau makan tinggal buka handphone untuk pesan makanan online sehingga tidak ada kemandirian dan kemudahan lainnya yang bisa diakses.

“Nah berangkat dari kegelisahan itu, saya ingin mengajak semua perangkat daerah, untuk bersama-sama menyelamatkan generasi yang ada di Kabupaten Purwakarta. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini diharapkan akhirnya masyarakat kita punya kemandirian, minimal survival hidup,” tegas Asep.

Setelah acara seremonial ini, pihaknya berharap bisa berdiskusi secara lanjut untuk merumuskan apa nanti yang akan dilakukan di masing-masing perangkat daerah. Supaya, kolaborasi ini bisa menghasilkan sesuatu yang endingnya bermanfaat untuk masyarakat. ***

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !