PURWAKARTA – Diorama Bale Panyawangan yang dikelola Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, memang sudah sangat populer. Diorama ini, menjadi salah satu ikon edukasi wisata yang ada di daerah ini.

Rupanya, nama Diorama Bale Panyawangan ini sampailah ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satunya, menarik perhatian salah seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Diponegoro (Undip).

Mahasiswi tersebut yakni Ayu Fadillah yang mengambil program studi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Mahasiswi semester 8 ini, melakukan penelitian di Disarpusda Purwakarta tepatnya di Diorama Bale Panyawangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita kedatangan tamu spesial, yakni seorang mahasiswi asal Undip. Saya pikir, mahasiswi ini aslinya dari Purwakarta yang kuliah di Undip lalu penelitian di daerah asal. Ternyata salah, karena mahasiswi ini asal dari Karanganyar, Jateng,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, Senin 28 April 2025.

Jauh-jauh dari Jawa Tengah, mahasiswi ini ingin melalukan penelitian di Diorama Bale Panyawangan. Bahkan, lanjut Asep, mahasiswi Undip ini melakukan penelitian untuk bahan skirpsinya.

Uniknya, penelitian ini mengenai konsep konvergensi gallery, library, archives and museums (GLAM). Konsep ini, merupakan integrasi antara galeri, perpustakaan, arsip dan museum.

“Diorama yang Pemkab Purwakarta miliki ini merupakan fasilitas untuk memperkaya akses informasi untuk masyarakat,” ujar Asep.

Dengan adanya mahasiswi yang melalukan penelitian ini, lanjut Asep, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Disarpusda. Mengingat, selama ini yang mengunjungi diorama ini kebanyakan adalah pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan pihak-pihak dari instansi terkait yang ingin melakukan studi tiru tentang diorama.

Tetapi, kali ini ada mahasiswi yang melakukan penelitian, lalu nanti hasilnya akan menjadi bahan penulisan skripsinya. Adapun penelitian yang dilakukan Ayu ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Sementara itu, Ayu Fadillah mahasiswi Undip, mengatakan, pihaknya sangat tertarik dengan konsep Diorama Bale Panyawangan. Diorama ini sangat unik. Karena, menggabungka unsur keterpaduan antara dokumen, galeri, perpustakaan, arsip dan museum.

“Ini sangatlah unik, karena dokumen yang tersedia di Diorama ini sangatlah komplit dan ini bisa menjadi rujukan bagi pihak yang mencari dokumen ataupun arsip,” ujar Ayu.

Bahkan, Ayu berharap konsep Diorama Bale Panyawangan ini bisa menjadi contoh bagi dinas terkait di daerah lain. Supaya, keberadaan dokumen dan arsip yang diperlukan untuk kebutuhan kedinasan atau penelitian, bisa tersedia di setiap daerah. ***

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !