PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pengelolaan dan Pengalihmediaan Naskah Kuno yang dimiliki masyarakat untuk dilestarikan dan didayagunakan, dengan fokus utama pada hasil alih media dan alih aksara naskah kuno Babad Wanayasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 November 2025.

Kegiatan berlangsung di wilayah Kecamatan Wanayasa dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh budaya dan kesenian, masyarakat setempat, perwakilan sekolah, hingga unsur perangkat daerah Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta Aan S.Pd.I., K.P., M.S.I

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta Aan S.Pd.I., K.P., M.S.I

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Aan S.Pd.I., K.P., M.S.I, menegaskan pentingnya menjaga naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa. Ia berpesan agar masyarakat turut melindungi dan merawat benda-benda bersejarah yang menjadi bukti peradaban daerah.

“Jangan sampai benda bersejarah hilang dari Purwakarta. Jika khawatir rusak, segera amankan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta. Ini adalah bukti sejarah yang tak ternilai,” ujar AAN.

Aan S.Pd.I., K.P., M.S.I juga menambahkan bahwa pelestarian naskah kuno sangat penting agar generasi mendatang tidak kehilangan pengetahuan tentang sejarah Purwakarta.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Perpustakaan - Iyus Jayusman, S.T., M.M

Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Perpustakaan – Iyus Jayusman, S.T., M.M

Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Perpustakaan, Iyus Jayusman, S.T., M.M , menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan Camat Wanayasa, Heru Agus Riyanto, S.STP., M.Si, yang telah memberikan izin dan dukungan penuh atas penggunaan tempat kegiatan.

Sosialisasi pengembangan pengelolaan dan pengalihmediaan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat

Sosialisasi pengembangan pengelolaan dan pengalihmediaan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat

Hadir sebagai narasumber, Dr. Taufik Ampera, M.Hum., dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, memaparkan hasil kajian mengenai Naskah Kuno Babad Wanayasa yang merupakan koleksi milik Bapak Buhori.
Naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda menggunakan aksara Pegon (Arab-Sunda), berbentuk prosa, dengan bahan kertas kombinasi Eropa dan lokal setebal 30 halaman. Kondisi naskah masih cukup jelas terbaca, meski beberapa lembar sudah terlepas dan kini disimpan dalam map plastik.

Menurut Dr. Taufik, kegiatan pengalihmediaan menjadi langkah penting dalam pelestarian manuskrip, tidak hanya untuk menyelamatkan fisik dokumen, tetapi juga nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Melalui digitalisasi, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah, sekaligus mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan.

Peserta Kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno

Peserta Kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno

Senada dengan hal tersebut, Mamat Ruhimat dari Universitas Padjadjaran juga menyoroti pentingnya upaya konservasi naskah Sunda di Purwakarta. Ia menekankan delapan langkah utama dalam mengonservasi naskah, yaitu: pembangunan tempat penyimpanan yang layak, penyediaan SDM kompeten, inventarisasi dan katalogisasi naskah, penyediaan dan pengelolaan naskah, serta upaya preservasi dan pelestarian berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya naskah kuno semakin meningkat, sehingga warisan intelektual dan budaya lokal dapat terus dilestarikan dan dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !