Bale Panyawangan merupakan salah satu sarana edukasi sejarah yang dikelola oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta. Di dalamnya terdapat dua ruang utama, yaitu Diorama Purwakarta yang menampilkan perjalanan sejarah dan perkembangan daerah, serta Diorama Nusantara yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kedua diorama tersebut menjadi media pembelajaran sejarah yang banyak dimanfaatkan oleh pelajar, masyarakat umum, serta berbagai instansi.

Berdasarkan data rekapitulasi pengunjung, kunjungan masyarakat ke Bale Panyawangan menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun. Untuk Diorama Purwakarta, sejak mulai beroperasi pada tahun 2015 jumlah kunjungan masyarakat terus berkembang. Tercatat pada tahun 2015 jumlah pengunjung sebanyak 28.073 orang, kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 48.249 orang, dan pada tahun 2017 mencapai 77.323 orang. Selanjutnya pada tahun 2018 tercatat 43.402 pengunjung dan pada tahun 2019 sebanyak 58.104 pengunjung. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan ke Diorama Purwakarta selama periode 2015–2025 mencapai 317.001 pengunjung.

Grafik pengunjung diorama Purwakarta

Grafik Pengunjung Diorama Purwakarta

Sementara itu, Diorama Nusantara mulai beroperasi pada tahun 2017 dan juga menjadi salah satu ruang edukasi sejarah yang diminati masyarakat. Pada tahun pertama operasionalnya tercatat 70.174 pengunjung, kemudian pada tahun 2018 sebanyak 60.303 pengunjung, dan pada tahun 2019 sebanyak 58.820 pengunjung. Hingga tahun 2025, jumlah kunjungan ke Diorama Nusantara tercatat mencapai 331.232 pengunjung sejak pertama kali dibuka.

Grafik Pengunjung diorama Nusantara

Grafik Pengunjung Diorama Nusantara

Dalam perjalanan operasionalnya, aktivitas kunjungan juga mengalami berbagai penyesuaian. Pada tahun 2020 hingga 2021, jumlah kunjungan dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 yang menyebabkan pembatasan aktivitas masyarakat serta penutupan sementara layanan kunjungan. Selanjutnya pada tahun 2023 mulai diberlakukan kebijakan tiket masuk berbayar sebagai bagian dari pengelolaan layanan kunjungan.

Pada tahun 2024, dilakukan perbaikan gedung serta peningkatan fasilitas layanan diorama, sehingga aktivitas kunjungan belum berlangsung secara optimal. Setelah proses peningkatan fasilitas tersebut selesai, pada tahun 2025 layanan Bale Panyawangan kembali beroperasi secara penuh dan Gratis, sehingga kunjungan masyarakat kembali meningkat.

Selain melihat jumlah kunjungan, evaluasi pelayanan juga dilakukan melalui pengukuran Indeks Kepuasan Pengunjung. Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui buku pesan dan kesan pengunjung, kotak kepuasan pengunjung, serta wawancara langsung, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Bale Panyawangan Diorama mencapai 95 persen dengan kategori “Sangat Puas”.

Adapun sebaran jenis pengunjung Bale Panyawangan Diorama terdiri dari:

  • Pelajar PAUD/TK/RA : 38%

  • Pelajar SD/MI : 20%

  • Pelajar SMP/MTs : 12%

  • Pelajar SMA/SMK : 10%

  • Masyarakat umum : 18%

  • Instansi : 1%

  • Mahasiswa : 1%

  • Turis asing : 1%

Data tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ke Bale Panyawangan Diorama didominasi oleh kalangan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Hal ini memperlihatkan peran penting Bale Panyawangan sebagai sarana pembelajaran sejarah dan literasi bagi generasi muda.

Melalui pengelolaan dan pengembangan yang berkelanjutan, Bale Panyawangan Diorama Purwakarta diharapkan terus menjadi ruang edukasi sejarah yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan literasi sejarah di Kabupaten Purwakarta.

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !