Kabupaten Purwakarta berada pada peringkat 29 nasional Tingkat Gemar Membaca Masyarakat (TGM) tahun 2023 dari Perpustaan Nasional (Perpusnas) RI.
Peringkat ke 29 nasional Tingkat Gemar Membaca Masyarakat tahun 2023 yang diraih Kabupaten Purwakarta tersebut diketahui saat agenda Ekpose Hasil Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Kajian Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat (TGM) tahun 2023 yang digelar Perpusnas pada Jumat, 8 Desember 2023.
“Alhamdulillah, Kabupaten Purwakarta berada pada peringkat 29 nasional Tingkat Gemar Membaca Masyarakat tahun 2023 dengan skor TGM 68,70 persen,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, Sabtu 9 Desember 2023.
Asep mengatakan, kendati secara nasional berada pada peringat 29, namun untuk di wilayah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta berada pada peringkat ke 2 setelah Kota Bandung.
“Ini adalah capaian awal dan mudah- dengan segala upaya semua pihak untuk tahun-tahun berikutnya bisa jauh lebih meningkat,” ujar Asep.
Asep menjelaskan, apa yang diraih ini tidak lepas dari perbaikan fasilitas perpustaan serta inovasi yang dilakukan jajaran Disipusda dengan dukungan berbagai pihak serta Pemkab Purwakarta.
“Dengan kondisi nyaman di perpustakaan, serta akses yang dekat dan mudah, maka dipastikan menarik minat masyarakat untuk mengakses perpustakaan,” kata Asep.
Diberitakan sebelumnya, saat ini Disipusda Purwakarta memaksimalkan keberadaan armada perpustakaan keliling yang dimiliki untuk bisa melayani masyarakat setiap harinya. Selama ini layanan perpustakaan keliling melayani masyarakat hanya seminggu sekali.
“Armada perpustakaan keliling kita ada tiga. Selama ini, pelayanannya hanya seminggu sekali. Saya rasa model pelayanan ini sudah tak sesuai kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.
Karena itu, pelayanan keperpustakaan ini perlu di-upgrade atau ditingkatkan dengan memaksimalkan pelayanan
Saat ini, setiap hari armada perpustakaan keliling ini harus melayani masyarakat. Pada tahap pertama ini, sasarannya tentu saja sekolah-sekolah. Kemudian, desa-desa.
“Dengan meningkatkan mobilitas pelayanan perpustakaan ini, diharapkan bisa memacu meningkatkan minat literasi masyarakat,” kata Asep


