PURWAKARTA – Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, didaulat menjadi salah satu pengisi acara dalam kegiatan wisuda STIE Syariah Indonesia Kampus Kabupaten Purwakarta, Minggu 24 Desember 2023.

Dalam kesempatan itu, Asep menyeritakan pengalaman hidupnya saat kuliah di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Padjajaran (Unpad). 20 tahun yang lalu, lanjut Asep, dirinya mengalami hal yang sama dengan wisudawan dan wisudawati STIE Syariah Indonesia ini.

Asep Supriatna Mengisi Acara dalam Kegiatan Wisuda STIE Syariah

Yakni, berada di fase paling bahagia setelah dinyatakan lulus menempuh pendidikan. Fase itu, adalah saat wisuda. 20 tahun yang lalu, ujar Asep, dirinya juga sangat bahagia. Dan kebahagiannya itu tak hanya milik sendiri.

Melainkan, ada seorang ibu yang juga turut merasakan kebahagiaan yang sama. Bahkan, bisa jadi lebih bahagia dari perasaan anaknya.

“Saya di wisuda, didampingi ibu tercinta. Sebab, sejak kelas 3 SD saya sudah ditinggal meninggal oleh bapa tercinta,” ujar Asep.

Saat wisuda itu, kalau di Bandung dulu ada tempat jualan baju-baju bekas yaitu Cibadak Mal (Cimol). Asep menyeritakan, untuk wisuda dirinya menggunakan stelan jas dan juga dasi yang dibeli dari Cimol.

Mungkin, wisudawan/wisudawati STIE Syariah Indonesia Kabupaten Purwakarta, ada yang sama dengan dirinya. Maksudnya, mengunakan jas dan dasi loakan, baju untuk wisudanya dibeli dengan harga murah atau bukan barang yang branded.

Itu tidak apa-apa. Jangan membuat insecure. Justru, dengan berbekal baju jas loakan, dan dasi loakan, bisa mengantarkan pada gerbang keberhasilan.

“Saya anak petani, tidak mampu membeli stelan jas yang branded. Tetapi justru karena jas yang loakan, dasi yang loakan, alhamdulillah setelah lulus, jas dan dasi itu pada 2017 bisa mengantarkan saya menjadi Camat Jatiluhur, pada 2019 menjadi Kepala BKPSDM, 2021 menjadi Kepala Bapenda, dan 2023 saya bisa berdiri disini sebagai Kepala Disipusda Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Jadi, bagi wisudawan/wisudawati jangan berkecil hati, jika saat ini berangkat dari hal-hal kecil atau sederhana. Siapa tau kedepannya, bisa menjadi besar dan sukses.

Asep menilai, para lulusan STIE Syariah Indonesia Kabupaten Purwakarta ini, merupakan generasi Z. Generasi ini, ada plus dan minusnya.

Plusnya, mereka merupakan generasi yang serba cepat, efisien dan efektif. Akan tetapi, ada negatifnya. Yaitu, apa-apa pengen serba instan. Kemudian, sedikit-sedikit mengeluh dan solusinya adalah hiling.

“Hal negatif ini harus kita minimalisasi,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengajak supaya lulusan STIE Syariah Indonesia Kabupaten Purwakarta ini untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Mengingat, berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Purwakarta ini ada 5.000 pelaku UMKM.

Dari 5.000 itu, 4.500-nya adalah bergerak di bidang ritel dan jasa. Sisanya, 500 adalah industri kecil dan menengah. Lebih banyak yang menjualnya, dari pada yang berproduksi.

Hal ini, menjadi peluang dan tantangan bagi para lulusan ini. Supaya, kedepan tercipta lapangan pekerjaan baru. Sehingga, kehadiran STIE Syariah Indonesia di Kabupaten Purwakarta ini terasa manfaatnya untuk masyarakat.

“Sebab, lulusannya mampu menciptakan usaha baru dan lapangan kerja baru. Mari bersama-sama kita berkontribusi untuk terus memajukan dan membangun Kabupaten Purwakarta ini,” jelas Asep seraya menambahkan pantun, mobil sedan biji selasih cukup sekian dan terima kasih

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !