PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Om Zein, menghadiri kegiatan Perpustakaan Keliling dalam rangka Pelayanan Publik di Kecamatan Kiarapedes, Kamis 26 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerukan pentingnya mengamalkan Panca Waluya, sebuah ajaran yang bersumber dari falsafah kebudayaan Sunda, sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelayanan Publik Kecamatan Kiarapedes Purwakarta
Secara etimologis, Panca berarti lima, sedangkan Waluya berarti sehat, selamat, atau sejahtera. Nilai Panca Waluya mencerminkan lima prinsip utama yang diwariskan leluhur Sunda, yakni cageur (sehat), bageur (berbudi baik), bener (jujur dan benar), pinter (cerdas), serta singer (sigap dan tanggap).
Kegiatan pelayanan publik yang digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Purwakarta kali ini menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling dan Restorasi Arsip Astrajingga, sebagaimana telah dilakukan di kecamatan-kecamatan lainnya. Program tersebut bertujuan mendekatkan literasi kepada masyarakat serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya perawatan arsip sebagai bagian dari warisan keluarga maupun lembaga.

Antusias Pelajar dalam Kegiatan Perpustakaan Keliling
Antusiasme warga Kiarapedes terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan koleksi buku perpustakaan keliling serta berkonsultasi mengenai pengelolaan arsip. Baik pelajar, guru, maupun orang tua menyambut positif layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mobil Perpustakaan Keliling Disarpus Purwakarta, Total 4 Kendaraan
Kepala Disarpus Purwakarta menegaskan bahwa perpustakaan keliling bukan hanya menghadirkan buku bacaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penguatan budaya literasi. Sementara itu, program restorasi arsip membantu masyarakat menjaga dokumen penting agar tetap lestari dan tidak rusak oleh waktu.
Dengan mengintegrasikan pelayanan publik berbasis literasi dan pelestarian arsip bersama nilai luhur Panca Waluya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap dapat membentuk masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan budaya.


