PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen pada Senin, 4 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan sejarah dan kebudayaan, serta sebagai bagian dari studi komparatif pengembangan media pembelajaran di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, para tamu diajak menelusuri dua instalasi unggulan yang menjadi magnet edukatif dan budaya di Kabupaten Purwakarta yaitu Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara. Keduanya menyajikan pengalaman edukatif visual berbasis sejarah melalui instalasi multimedia dan artefak tematik yang tertata sistematis.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen Kunjungan Diorama Purwakartadan Diorama Nusantara
Diorama Purwakarta dibangun sebagai upaya dokumentasi sejarah lokal yang kuat, mengangkat identitas daerah dan menampilkan perjalanan panjang Purwakarta dari masa ke masa. Terdapat 9 segmen utama dalam diorama ini:
- Bale Prabu Maharaja LinggaBhuwana – Menyajikan sejarah awal Tatar Sunda.
- Bale Prabu Niskala Wastukancana – Hall of Fame yang menampilkan para pemimpin Purwakarta sepanjang sejarahnya.
- Bale Prabu Dewaniskala – Menggambarkan era pengaruh Mataram, VOC, dan Hindia Belanda (1620–1799).
- Bale Prabu Ningratwangi – Fokus pada periode Hindia Belanda (1800–1942).
- Bale Prabu Jayaningrat – Mengangkat masa pergerakan nasional dan pendudukan Jepang.
- Bale Prabu Ratudewata – Memaparkan masa kemerdekaan (1945–1950) dan era Demokrasi Liberal (1950–1959).
- Bale Prabu Nilakendra – Menyajikan dinamika Purwakarta di masa Demokrasi Terpimpin (1959–1967).
- Bale Prabu Surawisesa – Mencerminkan perkembangan daerah di masa Orde Baru (1968–1998) hingga Reformasi.
- Bale Ki Pamanah Rasa – Menampilkan visi “Digjaya Purwakarta Istimewa” periode 2008–2018.
Diorama Nusantara hadir sebagai representasi kebesaran sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia. Terdiri dari beberapa Bale tematik dan zona multimedia interaktif, diorama ini memetakan perjalanan Indonesia secara geografis dan historis dari barat ke timur. Berikut segmen yang ditampilkan:
- Bale Jawa – Lobby utama yang menyambut tamu dengan virtual tour dan multimedia pengantar.
- Bale Madura – Menyajikan sejarah prasejarah, manusia purba, serta proses terbentuknya kepulauan Nusantara.
- Bale Sumatera – Multimedia interaktif tentang zaman prasejarah dan peninggalannya di daratan Sumatera.
- Bale Bali – Menampilkan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, hingga masuknya Islam di Nusantara.
- Bale NTB/Lombok – Eksplorasi masa kesultanan dan kerajaan Islam di wilayah timur Indonesia.
- Bale NTT/Flores – Visualisasi kerajaan-kerajaan di Indonesia serta mural relief para raja Nusantara.
- Bale Kalimantan – Menyajikan pengaruh budaya Barat dalam arsitektur, seni, pendidikan, dan kehidupan sosial.
- Bale Sulawesi – Menampilkan sejarah pelayaran, perdagangan, dan replika kapal laut tradisional Nusantara.
- Bale Papua – Menggambarkan kekayaan laut dan keragaman budaya Papua dalam tampilan multimedia modern.
- Bale Maluku – Sajian tentang adat istiadat, rumah adat, ikon budaya, kuliner, dan kekayaan alam dari setiap provinsi di Indonesia.
- Bale Purwakarta Istimewa – Menampilkan capaian pembangunan Purwakarta, prestasi daerah, serta pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari Warisan Nusantara.
- Plaza Nusantara – Area pintu masuk yang memperkenalkan peta Indonesia secara geografis dengan pulau-pulau dan provinsi.
Diorama Nusantara tidak hanya sebagai pusat pembelajaran sejarah nasional, tetapi juga wahana pembentuk kesadaran akan pentingnya menjaga keragaman budaya Indonesia. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk sinergi dalam memperkuat literasi sejarah dan budaya lintas daerah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen Kunjungan Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara
“Kami berharap kunjungan ini dapat menginspirasi pengembangan media pembelajaran sejarah yang lebih interaktif di Kebumen. Diorama ini adalah bentuk nyata arsip yang ‘hidup’, yang bisa dinikmati oleh pelajar maupun masyarakat umum,” ujar Dr. Kusnandar selaku Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta.
Kunjungan Dinas Pendidikan Kebumen ini sekaligus menegaskan pentingnya ruang-ruang edukatif berbasis budaya sebagai investasi masa depan bangsa dalam membentuk generasi yang berakar kuat pada sejarah dan identitas nasional.


