PURWAKARTA – Upaya penguatan literasi dan digitalisasi arsip daerah menjadi fokus utama Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Purwakarta. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Disarpus, Aan, S,PD,I KP,MSI, dalam podcast bersama IJTI Purwasuka yang mengangkat tema “Literasi, Digitalisasi, dan Arah Pembinaan Arsip di Kabupaten Purwakarta.”
Dalam perbincangan santai namun mendalam tersebut, Aan menjelaskan bahwa arsip memiliki peran strategis dalam perjalanan pembangunan daerah. Menurutnya, arsip tidak boleh dipandang sebagai tumpukan dokumen semata, tetapi merupakan bukti sejarah, identitas, sekaligus arah perkembangan pemerintahan. “Arsip bukan sekadar tumpukan kertas dan dokumen, tapi merupakan bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dari perjalanan perkembangan suatu daerah,” ujar Aan.

Podcast – Literasi, Digitalisasi, dan Arah Pembinaan Arsip di Kabupaten Purwakarta
Aan juga menyoroti transformasi perpustakaan daerah yang kini dirancang menjadi ruang publik inklusif, nyaman, dan ramah generasi muda. Berbagai layanan dan fasilitas terus ditingkatkan agar perpustakaan dapat menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa perpustakaan adalah pusat pengetahuan sekaligus sarana pembentukan karakter bangsa. “Perpustakaan adalah tempat kita semua dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, juga mencerdaskan anak bangsa. Keberadaan dinas kami mudah-mudahan memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam aspek pengelolaan arsip pemerintahan, Disarpus Purwakarta terus mengembangkan sistem digital untuk memastikan arsip daerah tersimpan secara tertib, aman, dan mudah diakses. Langkah digitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Aan menilai bahwa keterbukaan informasi dan kemudahan akses arsip merupakan kebutuhan penting di era modern. Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara merupakan kumpulan arsip yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Podcast Literasi, Digitalisasi, dan Arah Pembinaan Arsip di Kabupaten Purwakarta Bersama Aan
Selain itu, Disarpus juga memperkuat sinergi dengan perpustakaan desa, sekolah, serta berbagai komunitas literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem literasi yang dinamis dan merata hingga ke pelosok Purwakarta. Tantangan literasi di era digital turut menjadi perhatian, karena masyarakat kini dihadapkan pada banjir informasi yang membutuhkan kecakapan memilih dan memahami sumber yang benar.
Mengakhiri perbincangan, Aan menyampaikan harapannya agar masyarakat semakin peduli terhadap arsip dan budaya membaca, serta mendukung berbagai program yang tengah dikembangkan. Ia menegaskan bahwa Disarpus akan terus berkomitmen menghadirkan layanan arsip dan perpustakaan yang modern, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Semoga apa yang kami lakukan dapat memberi dampak positif bagi kemajuan Purwakarta,” tutupnya.


