PURWAKARTA – Pemkab Purwakarta belum lama ini, memberikan pelayanan terhadap masyarakat melalui program Pelayanan Publik Terpadu. Tempat yang dipilih adalah Kecamatan Sukasari yang berada di sebrang Danau Jatiluhur.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terutama yang memiliki tupoksi pelayanan, hadir dalam acara tersebut. Salah satunya adalah Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta.
Dalam kesempatan itu, Disarpusda membawa armada perpustakaan keliling. Armada ini, langsung diserbu oleh ratusan pelajar dari SMPN 1 Sukasari.
“Alhamdulillah, anak-anak di wilayah yang dulunya terisolasi akibat tidak adanya jalur darat ini, gemar membaca. Mereka sangat antusias membaca buku yang kami bawa,” ujar Kepala Disarpusda Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna.
Tak hanya buku, Disarpusda juga hadir untuk masyarakat Sukasari dengan memberikan pelatihan-pelatihan. Pasalnya, Disarpusda memiliki program TPBIS. Sehingga, pelatihan yang digelar untuk warga Sukasari ini merupakan implementasi dari program TPBIS.
Dalam acara pelayanan tersebut, lanjut Asep, pihaknya melatih warga Sukasari. Ada dua pelatihan yang saat itu diterapkan kepada masyarakat. Yakni, pelatihan menganyam dari bahan dasar bambu. Serta, pelatihan membuat minyak goreng dari bahan dasar kelapa.
Kenapa kedua pelatihan ini dipilih? Lantaran, Kecamatan Sukasari terkenal dengan wilayah hijau karena perkebunan bambu dan juga kelapanya.
“Jadi, Kecamatan Sukasari sangat banyak memiliki pohon bambu serta pohon kelapa. Sumber daya alamnya tersedia dan melimpah. Makanya, kita memilih memberikan pelatihan anyaman dan membuat minyak goreng,” ujar Asep.
Menurut Asep, warga di Kecamatan Sukasari dilatih membuah aseupan (kukusan), kipas, sair dan korang buat wadah ikan. Selain itu, warga juga dilatih membuat minyak goreng berbahan dasar kelapa.
Tujuan utama diterapkannya dua pelatihan ini, untuk mendorong masyarakat supaya bisa mandiri. Sumber daya alam tersedia dengan cukup melimpah, maka diolah atau disulap untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
“Minimalnya, bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga sendiri. Syukur-syukur mampu dijual sehingga warga bisa mendapat nilai tambah untuk kesejahteraan keluarganya,” ujar Asep.
Termasuk dengan kelapa, komoditi ini bisa menjadi penolong disaat harga minyak sawit melambung tinggi. Ketimbang membeli minyak yang mahal, lebih baik warga mengolah kelapa lalu dijadikan minyak.
Dengan demikian, rumah tangga terutama ibu-ibu di Sukasari diharapkan tidak ketergantungan lagi dengan minyak sawit. Sebab, di wilayah ini cukup melimpah bahan dasar minyak kelapa.
“Tinggal praktik dan kontinyu dijalankan, maka kebutuhan akan minyak goreng bisa teratasi tanpa ketergantungan minyak sawit. Bahkan, dari sisi kesehatan minyak kelapa jauh lebih bagus ketimbang minyak sawit,” jelasnya.
Karena itu, pelatihan yang digelar Disarpusda ini diharapkan bisa berdampak pada cara pandang masyarakat dalam hal mengatasi satu permasalahan. Sehingga, hasil dari pelatihan ini bisa menjadi solusi untuk kedepannya mampu mengubah kesejahteraa masyarakat.***


