Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, berupaya untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien. Pasalnya, arsip ini sifatnya sangat penting dan bukan perkara yang remeh temeh. Sehingga, pengelolaannya perlu perhatian khusus.

Salah satu upaya untuk mewujudkannya, dengan cara menggelar bimbingan teknis (Bimtek) yang melibatkan para arsiparis OPD maupun kecamatan. Pelaksanaan bimtek ini, digelar Rabu 16 April 2025 yang bertempat di Pendopo Disarpusda Purwakarta.

Adapun jumlah peserta, sebanyak 75 orang yang merupakan arsiparis dari seluruh OPD dan kecamatan se Kabupaten Purwakarta. Dalam acara ini, Disarpusda menghadirkan dua nara sumber, masing-masing, Dwi Hening Cipto, S.Sos yang merupakan Arsiparis Madya dan Bayu Hadi Wibowo Pranata Komputer Mahir dari Direktorat Informasi Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, mengatakan, arsip itu sangatlah penting. Karena, arsip bagi suatu bangsa merupakan sebagai media penyambung atau jembatan peradaban.

“Saya, tidak punya riwayat pekerjaan yang berhubungan dengan arsip sebelumnya. Begitu dipindahkan oleh pimpinan pada Maret 2023 lalu, cakrawala saya tentang arsip dan dunia berubah. Ternyata, arsip tak bisa dianggap sepele, dengan demikian arsip ini sangatlaj penting,” ujar Asep, saat membuka acara.

Bagi Asep, arsip itu memegang peranan yang sangat luar biasa. Salah satu contoh, naskah proklamasi. Secara fisik, naskah proklamasi hanya selembar kertas. Kertasnya, sama dengan kertas yang di foto kopi.

Tetapi, naskah proklamasi ini memiliki nilai histori yang luar biasa. Dengan secarik kertas proklamasi ini, Indonesia bisa terbebas dari penjajahan. Dan kini, naskah proklamasi tersebut terarsipkan dengan baik oleh negara.

Tak hanya itu, arsip juga menyambungkan puzzle-puzzle yang tercecer di masa lalu. Seperti Purwakarta, melalui literasi dan naskah yang terarsipkan, ternyata diketahui kalau Purwakarta punya sejarah panjang dengan tanaman teh.

Perkebunan teh tertua di nusantara itu, adanya di Purwakarta tepatnya di Kecamatan Kiarapedes saat ini. Jika tidak ada arsip, maka tidak akan ada yang tau tentang sejarah perkebunan teh tertua di Indonesia tersebut.

Disarpusda Purwakarta Wujudkan Pengelolaan Arsip yang Efektif dan Efisien Melalui Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Nasional

Disarpusda Purwakarta Wujudkan Pengelolaan Arsip yang Efektif dan Efisien Melalui Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Nasional

“Arsip akan diperlukan pada saat diperlukan, bahkan saat kondisi urgen. Arsip akan menjadi penolong untuk pekerjaan kita semua,” ujarnya.

Karena itu, kegiatan bimbingan teknis kearsipan dan pengelolaan jaringan ini sangatlah penting. Karena kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada peserta yang merupakan arsiparis.

“Para peserta juga diberi bimbingan mengenai pengelolaan jaringan, akses, serta layanan informasi kearsipan. Supaya dapat berperan sebagai kontributor penginput data arsip statis bersifat terbuka di sistem informasi kearsipan nasional (SIKN).

Secara global, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang sistem informasi kearsipan dan pemanfaatannya. Kemudian, mendorong penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan arsip statis.

Membangun jejaring antar unit kerja dalam penyediaan akses informasi arsip secara cepat dan akurat. Serta, menyediakan layanan informasi kearsipan yang prima kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan, Pelestarian dan Pengembangan Kearsipan Disarpusda Purwakarta, Desi Hendriyani, mengatakan, bimbingan teknis yang diikuti oleh 75 arsiparis ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur dalam bidang kearsipan.

“Khususnya dalam pengelolaan jaringan, akses, dan layanan informasi kearsipan,” ujarnya.

Selain itu, bimtek ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pengelolaan arsip yang efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Serta mendukung implementasi transformasi digital dalam pengelolaan arsip.

Untuk diketahui, Kabupaten Purwakarta telah mendapat penghargaan sebagai penyelenggara capaian input SIKN terbaik ke 2 se Jawa Barat, setelah Kabupaten Bogor.

Adapun capaian secara nasional , pada tahun 2024 Kabupaten Purwakarta pada peringkat ke 9 dari 310 Lembaga Kearsipan yang menginput ke SIKN. Begitu pula capaian Digitalisasi Arsip Kabupaten Purwakarta meningkat dari nilai 67 dengan predikat baik menjadi 84 dengan predikat memuaskan. *

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !