PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan inovatif yang bersentuhan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya, kebijakan mengaktifkan seluruh armada perpustakaan keliling untuk melayani masyarakat setiap hari.
Kepala Disarpusda Kabupaten Purwakarta Asep Supriatna, mengatakan, sejak 1 Januari 2024, seluruh armada perpustakaan keliling harus melayani masyarakat. Armada yang dimiliki Disarpusda ada 3 unit. Sejak awal tahun, semuanya keluar melakukan jemput bola ke peloksok supaya masyarakat bisa membaca.
“3 unit armada ini, setiap hari berkeliling. Sasaran utamanya sekolah. Namun, kita juga melayani ke kelompok-kelompok literasi masyarakat,” ujar Asep, Selasa 6 Agustus 2024.
Sejak armada perpustakaan keliling setiap hari beroperasi, tingkat membaca masyarakat terutama anak-anak pelajar terus terkerek naik. Bahkan, jajarannya ‘kewalahan’ melayani permohonan kunjungan armada perpustakaan keliling. Terutama ke sekolah, madrasah ataupun komunitas literasi.
Asep menyebutkan, kenapa pihaknya bisa menyebutkan tingkat membaca masyarakat meningkat? Begini penjelasannya.
Disarpusda Purwakarta memiliki 3 unit armada perpustakaan keliling, yang setiap harinya membawa ribuan eksemplar buku. Satu mobil, rata-rata melayani 100 sampai 200 warga per harinya.
Ambil angka rata-rata 150 pembaca perhari lalu dikali tiga armada perpustakaan keliling, maka sehari ada 450 warga atau anak yang membaca buku.
“Kemudian, jumlah tersebut dikali dengan rata-rata hari kerja yakni 20 hari per bulan. Maka dalam sebulan, ada 9.000 warga yang membaca dari sumber perpustakaan keliling,” ujar Asep.
Di tambah lagi, pembaca yang mendatangi perpustakaan daerah. Dalam sehari ada 200 warga yang berkunjung. Perpustakaan ini buka setiap hari. Hari Sabtu dan Minggu juga buka.
Maka, dalam sebulan yang berkunjung bisa 6.000 orang. Dengan begitu, total dalam sebulan warga Purwakarta yang membaca buku ada 15 ribu.
“9.000 warga membaca melalui layanan perpustakaan keliling. Serta, yang 6.000 laginya pembaca di perpustakaan,” ujarnya.
Dengan angka ini, sudah bisa tergambarkan dalam setahun kedepan, yakni dengan efektivitas layanan 11 bulan, maka akan diperoleh angka 165 ribu warga Purwakarta membaca buku.
Artinya, ini sudah lebih dari 10 persen jumlah penduduk Kabupaten Purwakarta gemar membaca. Secara kuantitas dan kualitas cukup tinggi.
Karena minat baca masyarakatnya sudah tinggi, lanjut Asep, pihaknya sedang menyusun langkah untuk menambah koleksi buku. Tahun ini, akan ada penambahan buku baru.
“Dari pusat akan ada bantuan buku, informasinya 1.000 eksemplar untuk Purwakarta. Belum lagi ada bantuan dari Politeknik Enjinering Indorama, berupa satu unit armada mobil perpustakaan keliling, buku dan sarana pendukung lainnya,” jelas Asep.
Diharapan dengan adanya prasarana dan sarana baru nanti, bisa mendorong lagi masyarakat untuk semakin menyukai membaca buku. Dengan demikian, angka literasi di Kabupaten Purwakarta bisa meningkat lagi. *


