PURWAKARTA – Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwkarta, memeringati Hari Menggambar Nasional 2024 dengan menggelar event. Event ini bertemakan Purwa Rupa dan diselenggarakan di Gedung Creative Center, Kamis 23 Mei 2024.
Dalam kesempatan itu, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwakarta, mendaulat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) H. Asep Supriatna, atau akrab disapa Kang Asep Supri, membuka acara yang dihadiri oleh mayoritas generasi Z atau gen Z tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Disarpus Purwakarta, mengatakan, sampai hari ini Purwakarta tidak pernah kehilangan talent-talent yang sangat potensial. Hari ini saja, ada dua duta nasional yang merupakan kelahiran Purwakarta.
“Ada Kang Ferry Curtis sebagai duta literasi musik nasional dan ada Kang GolA Gong yang merupakan duta baca nasional. Keduanya merupakan talent kelahiran Purwakarta,” ujar Asep.
Berbicara dengan kegiatan hari ini, yang bertemakan purwa rupa merupakan kegiatan yang sangat baik dan positif. Sebab, melalui seni rupa, akan ada ketertautan rasa dan nilai antara pembuat seni dan penikmat seni. Seni rupa juga bisa bisa mencerminkan kapan dan dalam situasi apa seni itu dibuat dan diciptakan.
Misalkan, jika kita main ke Candi Borobudur, kita akan mengetahui kejadian saat itu melalui relief-relief yang ada di susunan batu candi tersebut. Melalui seni rupa ini, orang bisa kembali ke masa lalu, menyelami masa lalu, dan pada akhirnya kemudian menyambungkannya dengan masa kini dan masa yang akan datang.
Bahkan, dalam falsafah sunda dikenal tiga dimensi waktu yang terbagi dalam tiga bagian. Yakni, waktu kamari, kiwari jeung bihari, masa lalu, masa kini dan masa datang. Kamari menerangkan waktu pada masa lalu.
Sedangkan kiwari adalah masa saat ini. Dan kemudian bihari adalah masa yang akan datang. Banyak negara besar, lanjut Asep, yang saat ini sangat terkenal dan menjelma menjadi negara yang luar biasa seperti Amerika, Jepang, Korea, China dan lainnya, mereka berhasil menyambungkan rasa antara masa lalu, masa kini dan masa depan.
“Bangsa kita juga jangan kalah. Makanya, sebagai generasi muda, kita harus bisa menyambungkan rasa dan nilai antar dimensi waktu itu,” ujar Asep.
Salah satunya, yang saat ini perlu dikritisi adalah gen Z. Banyak hal positif dari generasi ini. Salah satunya, produktif. Gen Z merupakan generasi yang kreatif, serba mau.
Contohnya, banyak anak muda yang berjualan di Purwakarta ini. Dari sisi jangka pendek, mungkin ini terlihat tidak terlalu bermasalah. Namun, dari sisi jangka panjang ini akan menimbulkan masalah yang serius.
Sebab, jika semua berjualan tanpa melahirkan produk, maka ini akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Yang dijualnya bukan produk lokal buatan anak bangsa.
Melainkan, nanti yang dijual adalah produk-produk dari luar negeri. Karena itu, pihaknya berpesan kepada gen Z untuk terus kreatif terutama dalam menghasilkan produk yang menjadi identitas Purwakarta atau bangsa ini.
“Para pelaku ekonomi kreatif kita, harus mampu berkreativitas jangka panjang dan berkesinambungan dengan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Terutama di Purwakarta,” ujarnya.
Dalam menyambungkan nilai dan rasa, Disarpus Purwakarta, mulai ada terobosan baru untuk memperkuat identitas tentang ke-Purwakartaan. Salah satunya, melalui sketsa mewarnai yang diberikan kepada anak-anak Paud dan TK.
Mereka sejak dini, telah dikenalkan dengan ikon-ikon yang ada di Purwakarta. Seperti, bangunan Gedung Kembar, Tajug Gede, Masjid Agung, Gedong Sigrong, Menong, dll.
Supaya, anak-anak ini faham siapa dirinya dan lingkungannya, memiliki rasa cinta akan tanah kelahirannya yakni Purwakarta, dan bangga akan hal itu. Sehingga, kelak mereka akan memiliki identitas khasnya sebagai generasi asal Purwakarta.
Sekedar informasi, event Purwa Rupa yang mulai digelar pada 23 Mei 2024 sampai dengan 2 Juni 2024. Kegiatan ini diisi berbagai acara yakni pameran seni rupa, lelang karya, workshop pengembangan keterampilan serta perfomance art dan bazar produk ekraf. ***


