PURWAKARTA – 2023 telah berlalu, dan saat ini telah menjadi kenangan bagi setiap insan. Kini, 2024 telah datang dan tentunya disambut suka cita bagi semua orang. Pasalnya, di tahun baru ini terselip harapan yang membumbung tinggi.

Pada hari pertama masuk kerja, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, justru mengajak para pegawainya untuk duduk bersama. Acara tersebut, bertajuk “Mitembeyan Lengkah Munggaran di Taun 2024”.

“Mohon maaf kepada kawan-kawan, pada hari pertama kita kerja setelah libur tahun baru, sengaja dikumpulkan di sini. Bukan tanpa sebab, tentu ada tujuannya,” ujar Asep, Selasa 2 Januari 2024.

Pegawai Menghadiri Kegiatan Mitembeyan 2024

Asep menjelaskan, dirinya ingin mengajak para pegawainya untuk membiasakan merayakan sesuatu di awal. Bukan di akhir.

Dia melihat, kalau pihak lain menggelar perayaan bersama, di akhir tahun. Ada yang rekreasi ke sejumlah tempat wisata, adapula yang sekedar berkumpul sambil bakar-bakaran.

Tetapi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah tidak demikian. Karena, merujuk pada falsafah dan kebiasaan masyarakat sunda, jika menggelar sesuatu seperti perayaan, itu lebih banyak di awal.

Contoh, menyambut datangnya musim hujan, menyambut musim tanam padi, panen padi. Perayaannya ada di depan atau di awal, sebelum kegiatan berlangsung.

 

Mitembeyan Lengkah Munggaran 2024

Hal itu, mengandung makna bahwa di masa depan itu ada harapan. Misalkan, dengan menyelenggarakan ritual menyambut musim tanam padi, maka para petani dan masyarakat di pilemburan atau kampung berharap kedepan tanamannya akan bagus. Hasil padinya melimpah.

Begitu pula dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan, lanjut Asep, pihaknya mengajak berkumpul pegawainya bukan di akhir tahun. Melainkan awal tahun. Supaya, ada harapan di masa-masa yang belum terlewati, bisa berjalan dengan baik, dengen kinerja yang jauh lebih baik.

Adapun kumpulan atau perayaan di akhir tahun, khawatir akan bermakna adanya sifat riya atau sombong atas pencapaian selama setahun kemarin. Pasalnya, perayaan di akhir tahun lebih pada memaknai pencapaian prestasi.

Bila sudah demikian, maka akan timbul rasa ego. Sehingga, kesananya muncul perasaan sombong dan merasa paling di atas. Hal itu, tidak mencerminkan falsafah masyarakat sunda, dengan filsafat padi nya, yang semakin berisi semakin merunduk.

Kegiatan Mitembeyan Dihadiri oleh Seluruh Pegawai Disipusda Purwakarta

“Karena itu, agenda berkumpulnya kita pada hari ini, sebagai proyeksi untuk merealisasikan program-program unggulan kita selama 2024. Adapun kinerja di 2023, hal itu menjadi cerminan, supaya di tahun ini kita bisa jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam rangka Mitembeyan Lengkah Munggaran 2024, seluruh pegawai di lingkungan Disipusda Purwakata duduk sejajar, tidak ada sekat atau perbedaan antara pimpinan dan bawahan.

Tak hanya itu, para pegawai ini dijamu dengan menu khas Purwakarta, yakni Sate Maranggi. Dengan cara ini, diharapkan Disipusda menjadi OPD yang Hade Tagog juga Hade Gogog sepanjang 2024 mendatang.

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !