Makam Kapten Mochammad Dahlan Halim putera dari Abdul Halim (lahir di Jakarta pada tanggal 31 Maret 1926, gugur di Purwakarta pada tanggal 05 September 1951). Makamnya adalah makam pertama di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, pindahan kerangka dari Taman Makam Pahlawan Ancol, Jakarta tanggal 09 Juni 1954.
Dalam pengabdiannya kepada rakyat, bangsa dan negara, jabatan terakhirnya adalah Komandan Staf, Komandan Seksi, Wakil Komandan Batalyon 314 Brigade D Divisi Siliwangi di Cikampek, Jawa Barat dengan pangkat Kapten TNI.
Pada saat bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Kapten M.D. Halim mendapat tugas di daerah, Purwakarta, Jawa Barat. Pada tanggal 05 September1951 ketika sedang menjalankan tugas patroli di Rancadarah, Purwakarta. Kapten M.D. Halim gugur tertembak akibat serangan pencegatan oleh gerombolan pemberontak.
Kemudian jenasahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ancol, Jakarta dan pada tanggal 09 Juni 1954 kerangkanya dipindahkan ke Petak A1 Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta dan merupakan makam pertama yang terdapat di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta.
Taman Makam Pahlawan (TMP) di ibukota DKI Jakarta semula berlokasi di daerah Ancol-Jakarta Utara. Dalam perkembangan dan pertumbuhan kota lebih lanjut, TMP tersebut dianggap tidak layak. Atas petunjuk Presiden RI Ir. Soekarno, lokasi TMP di Ancol dipindahkan ke Kalibata – Jakarta Selatan yang terletak di atas tanah seluas 5 ha.
Pembangunan TMPN Utama Kalibata dimulai pada tahun 1953 dan diserahkan kepada Zeni Angkatan Darat dengan Arsitek F. Silaban. Pekerjaan pembangunannya dilaksanakan oleh Kontraktor Biro AIA bekerja sama dengan Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium. Bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1954, TMPN Utama Kalibata diresmikan oleh Presiden RI Ir. Soekarno.
Pada saat peresmian tersebut di TMPN Utama Kalibata telah dimakamkan 121 makam Pahlawan/Pejuang yang merupakan pindahan kerangka jenazah dan TMP Ancol yang keseluruhannya berada di Petak A. Pemakaman kerangka jenazah pertama yang dimakamkan di TMPN Utama Kalibata adalah pemakaman kerangka jenazah Kapten M.D. Halim di Petak A Nomor 1. (Nama Kapten M.D. Halim kita ketahui adalah pahlawan yang gugur di awal tanjakan daerah Rancadarah, Tanjakan Pasir Panjang jaman pemberontakan DI / TII [1948-1962] dan namanya diabadikan sebagai nama jalan sejak pertigaan Jl. Laks. R.E. Martadinata – Jl. Jend. Basuki Rahmat – Jl. Kapt. Halim). Sedangkan pemakaman pertama jenazah Pahlawan Nasional/Pejuang di TMPN Utama Kalibata adalah pemakaman jenazah H. Agus Salim yang dilaksanakan pada tanggal 5 November 1954 di Petak A Nomor 106.
Menurut para saksi sejarah Kapten M.D. Halim bersama seorang stafnya habis mencari hiburan dengan menonton sebuah film di Gedung Bioskop Raya (sekarang Gedung Bank Jabar Banten), Purwakarta dengan mengendarai sebuah Jeep Willys (buatan Amerika Serikat, Tahun 1948). Mereka pulang menuju kembali ke markas TNI di Wanayasa, sekarang berada di sebelah Selatan Alun-alun Wanayasa.
Sayang sekali tepat ketika mereka berada di daerah Rancadarah itu dan karena sorot lampu mobil jeep mereka, mereka berdua dihadang oleh gerombolan DI/TII yang langsung melancarkan serangan mematikan dan tembakan gerombolan mengenai tubuh Kapten M.D. Halim yang seketika gugur di tempat, sedangkan stafnya dapat bersembunyi dan menyelamatkan diri. Lokasi kejadian tak jauh dari pertigaan ke arah Kebun Persahabatan (Friendship Garden), tak jauh dari Makam Tubagus Daqa, tak jauh dari Goa Jepang di Leuweung Tiis dan tempat yang dahulu pernah terjadi Perang China 10 Mei 1832.
(Dikisahkan kembali oleh R.M.A. AHMAD SAID WIDODO, Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta dari berbagai sumber referensi dan saksi mata).


