PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, memiliki dua kefungsian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Yakni, kefungsian arsip dan juga kefungsian perpustakaan.
Mengenai kefungsian perpustakaan, Kabupaten Purwakarta telah memiliki perpustakaan daerah yang cukup representatif. Tak hanya ruangan, koleksi bukunya juga terus bertambah dari tahun ke tahun.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, mengatakan, pihaknya terus memperbarui dan menambah jumlah koleksi buku atau media sumber informasi dan pengetahuan lainnya. Seperti buku digital (E-Book), jurnal penelitian, media massa, cakram optik digital (CD).
“Langkah ini, sebagai bentuk nyata kami dalam mendorong minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat di Purwakarta,” ujar Asep, Rabu 17 Juli 2024.
Saat ini, jumlah koleksi buku yang dimiliki Perpusda Purwakarta mencapai 104.541 eksemplar. Terdiri dari 98.972 buku, 5.214 buku digital (e-book) dan 355 cakram optik digital (CD).
Adapun koleksi jumlah judul buku, e-book dan CD, mencapai 12.714 judul. Terdiri dari koleksi judul buku sebanyak 11.135 judul, e-book 1.420 judul dan CD sebanyak 159 judul.
Disarpusda saat ini, masih terus berupaya keras untuk memperbarui dan menambah jumlah koleksi yang sudah ada. Supaya, sumber pengetahuan dan informasi terbaru bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain koleksi buku, lanjut Asep, pihaknya terus berupaya memperbanyak jumlah perpustakaan dan memperluas pelayanan bagi masyarakat untuk bisa mengakses sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
Saat ini, jumlah perpustakaan di seluruh Kabupaten Purwakarta mencapai 1.058 unit. Baik yang dikelola masyarakat, komunitas, pihak swasta maupun pemerintah, mulai pemerintahan desa, kecamatan hingga perpustakaan kabupaten.
“Jumlah tersebut, tersebar di 183 desa dan 9 kelurahan di 17 kecamatan seluruh Kabupaten Purwakarta,” ujar Asep.
Menurut Asep, sebaran lokasi perpustakaan itu mulai dari desa hingga di perkotaan. Jenis dan skala besaran perpustakaannya juga sangat bervariasi.
Mulai dari perpustakaan yang dikelola masyarakat secara mandiri, perpustakaannya sangat kecil, sederhana dan koleksi bukunya sangat terbatas. Ada juga perpustakaan yang dikelola komunitas maupun pihak swasta yang lebih terkelola dengan baik.
Untuk terus meningkatkan ketertarikan masyarakat mengunjungi perpustakaan, lanjut Asep, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah, diantaranya dengan menambah jam layanan perpustakaan.
“Kita juga melakukan jemput bola agar minat baca masyarakat terus terpelihara dan makin meningkat. Caranya adalah dengan menambah frekuensi perpustakaan keliling hingga ke pelosok desa,” ujarnya.
Banyaknya, jumlah koleksi media informasi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki Perpusda Purwakarta itu mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat.
Hal itu bisa ditunjukan melalui tingginya angka kunjungan masyarakat. Ini sangat membanggakan.
Data tahun 2023 menunjukan, jumlah pengunjung ke Perpusda Purwakarta mencapai 33.399 orang. Jumlah pengunjung itu diperkirakan akan terlampaui pada tahun 2024, mengingat jumlah pengunjung dalam enam bulan pertama (Januari-Juni 2024) sudah mencapai 20.066 orang.


