PURWAKARTA – Pegawai di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta, wajib briefing atau ngariung pagi dan sore setiap hari. Hal ini, untuk memproyeksikan tugas masing-masing satuan kerja.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disipusda) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, briefing atau ngariung pagi dan sore ini wajib dilakukan oleh pegawai. Banyak manfaatnya dari briefing ini.

“Karena kita Sunda, briefing pagi dan breafing sorenya kita sebut Ngariung Isuk dan Ngariung Sore. Sebelum kita bekerja, kita harus tahu hari ini akan melakukan apa saja, itu disampaikan dalam breafing dan ditulis d kertas post it dan kemudian di tempel di white board di masing-masing bidang,” ujar Asep, disela-sela acara briefing pagi Rabu 10 Januari 2024.

Sebelum itu, ada briefing dulu oleh masing-masing satker. Dalam acara ngariung ini, banyak hal di bahas. Biasa dimulai oleh pimpinan masing-masing satker mengenai target kinerja hari itu, dan pembagian tugas siapa yang mengerjakan target-target tersebut.

Pegawai Disipusda Purwakarta Ngariung dengan Asep Supriatna

Pegawai Disipusda Purwakarta Ngariung dengan Asep Supriatna

Semuanya di bahas. Tujuannya apa? Untuk membangun komunikasi yang baik antara satu satker dengan yang lainnya. Diawali dengan komunikasi ini, diharapkan bisa menjadi penyemangat supaya kerja hari ini bisa baik dan ada hasil akhir.

Sehingga, lanjut Asep, semua pegawai harus bekerja. Tidak mengandalkan atau menitikberatkan pada satu atau dua orang saja. Serta, masing-masing satker bisa saling bersinergi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Briefing pagi dan sore ini, sambungnya, sudah dilakukan saat dirinya menjadi Camat Jatiluhur, kemudian menjadi Kepala BKPSDM, dan Kepala Bapenda.

Selain briefing pegawai, pihaknya juga mewajibkan briefing tingkap pimpinan yang berlaku setiap Hari Senin, selesai apel. Ngariung pimpinan ini sama, untuk membahas proyeksi kerja dan mengevaluasinya.

“Kalau ngariung antar satker, sifatnya harian. Kalau ngariung tingkat pimpinan mingguan. Output-nya sama, mengevaluasi kinerja seminggu ke belakang dan merencanakan target kerja seminggu ke depan, supaya Dinas Arsip dan Perpustakaan ini bisa maksimal lagi,” ujar Asep.

Pegawai Disipusda Purwakarta

Pegawai Disipusda Purwakarta Ngariung di Halaman Kantor

Pihaknya menilai, selama ini pegawai di Dinas Arsip dan Perpustakaan terkenal dengan sebutan pegawai paling santai. Karena memang kantornya paling jauh dari area kantor Pemkab, dan juga kegiatannya tidak terlihat oleh masyarakat.

Tetapi sekarang berbeda. Pihaknya ingin membangun rasa kepercayaan diri pegawai, bahwa menjadi pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan itu tidak santai. Melainkan sangat super sibuk.

Karena, instansi ini juga memiliki tugas pelayanan langsung ke masyarakat. Yakni, mengenai semangat literasi dan edukasi tentang kearsipan.

“Ini yang kita titikberatkan. Alhamdulillah, semangat teman-teman begitu luar biasa. Buktinya, ketika ada perintah armada perpustakaan keliling harus mobile setiap hari ini sudah jalan dan mereka bahagia,” ujarnya.

Jadi, lanjut Asep, dengan briefing atau ngariung isuk dan sore ini menjadi media atau sarana bagi pegawai untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasannya, mengkomunikasikan kendala di lapangan dan sama-sama mencari solusi untuk keluar dari masalah.

Sehingga, kerja pegawai bisa terproyeksikan dan dievalusasi hari itu juga. Serta, menghasilkan output yang bermanfaat untuk masyarakat dan membawa nama harum Pemkab Purwakarta.

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !