PRESERVASI ARSIP DENGAN FUMIGASI

Fogging pada proses Fumigasi Arsip

Preservasi arsip adalah proses pelestarian arsip/kegiatan perlindungan   dan perawatan arsip. sehingga arsip dapat disimpan dan dimanfaatkan dalam jangka waktu lama.

Salah satu kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan adalah Fumigasi Arsip. Fumigasi Arsip merupakan kegiatan pembasmi hama yaitu rayap, ngengat, kecoak, kutu, semut dengan bahan kimia berupa Carbon disulfida, Thymol kristal, Methyl bromide, phospine, Carbo chlorida, phost toxsin dll. Pada prinsipnya kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Bidang Pengelolaan  dan Pemeliharaan  Kearsipan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta setiap  1 tahun sekali sehingga hama-hama yang dapat merusak arsip dapat dimusnahkan. Kegiatan ini pada dasarnya terdiri dari 2 (dua) tahap yaitu kegiatan Fumigasi dan anti rayap termasuk Fogging, yang waktu pelaksanaannya telah dijadwalkan dengan baik.

Fumigasi arsip tersebut merupakan langkah penyelamatan, pelestarian, perawatan arsip secara tekstual dan upaya untuk mencegah kerusakan fisik arsip-arsip kuno.

Adapun sifat dari bahan kimia tersebut yaitu menguap sehingga setelah dilepaskan akan berafiliasi keseluruh ruangan yang ada, bahkan kimia tersebut juga bisa menetralisir sifat-sifat kimiawi kertas-kertas yang usang agar tidak mudah rapuh.

Agar Fumigasi memberikan efek optimal maka diperlukan antara lain:

  • Pelaksanaan yang profesional
  • Tepat sasaran
  • Metode yang digunakan tepat
  • waktu pelaksanaan tepat

Tujuan dari Fumigasi tersebut adalah untuk mengobati atau mematikan faktor-faktor biologis yang mensterilkan arsip agar tidak berbau yang dapat mengganggu serta juga menyegarkan udara agar tidak menimbulkan penyakit bagi manusia, terutama petugas kearsipan.

Prosedur kerja metoda pengendalian hama dengan teknologi fumigasi yaitu:

  • Penutupan semua titik-titik masuknya udara kedalam bangunan atau ruang depo arsip yang akan difumigasi
  • Pemasangan selang-selang pengukur tekanan gas pada pintu utama ruangan depo arsip.
  • Peletakan fumigan secara merata sesuai volume ruang depo arsip yang dibutuhkan.
  • Pelepasan Gas fumigan selama periode 72 jam
  • Pemeriksaan tekanan gas fumigan setiap 24 jam