Salah satu bahan pustaka yang menarik adalah manuskrip. Dan ternyata manuskrip di Purwakarta bisa dikatakan ratusan jumlahnya. Sebut saja misalnya karya para alim ulama atau para tokoh pemerintahan pada masanya, ternyata karyanya sangat mengagumkan. Mereka selain dikategorikan sebagai ilmuwan juga sebagai cendiakawan. Mengagumkan karena pada masa kini belum tentu orang mau menulis dengan tangan sendiri, apalagi dalam bentuk wawacan yang terbilang sangat sulit karena ada pakem pupuh yang terdiri dari guru gatra, guru lagu, guru wilangan, irama dan sajak. Yang mana tidak boleh tidak harus dipenuhi tanpa reserve.

Koleksi Pribadi R.M.A. Ahmad Said Widodo Pardjan dari Koleksi Ustadz H.R. Mulyono Abdurrahman bin Pardjan Partodihardjo

Dari 17 (tujuh belas) kecamatan yang ada, dapat ambil contoh 6 (enam) kecamatan saja. Berikut akan  dipaparkan barang sedikit. Misalnya saja dari:

  1. Kecamatan Bojong ada Almarhum H. Zainassyu’ari (Mama Sindangpanon)dengan jumlah manuskrip 17 (tujuh belas) buah.
  2. Kecamatan Bojong juga ada kang  Grah Nurbudidengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, lebih tepat disebut sebagai salinan manuskrip karya Almarhum Kyai R. Moehammad Moekri, yaitu: Babad Wanayasa
  3. Kecamatan Jatiluhur ada Almarhum H.R. Asy’ari (Mama Guru Tonggoh)dengan  jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Fathul Mu’in
  4. Kecamatan Kiarapedes ada Almarhum  Kodhrat bin R. Muchtar Partakusumahdan R. Deden Ivan Sulaeman Partakusumah dengan jumlah manuskrip 16 (enam belas) buah, diantaranya, yaitu:
  • Wawacan Panji Wulung 
  • Sajarah Parakan Garokgek
  1. Kecamatan Plered ada Almarhum H.Tb. Ahmad Bakri bin Tubagus Sayida As-Sumpuri  (Mama Sempur)dengan jumlah manuskrip 78 (tujuh puluh delapan) buah, yang 21 (dua puluh satu) buah diantaranya telah disalin ulang oleh murid atau murid-muridnya dan telah diperbanyak untuk bahan bacaan para santrinya hingga sekarang, yaitu:
  • Campaka Dilaga Mertelakeun Perihal Wajib Usaha
  • Campaka Warna Mertelakeun Tasawuf
  • Fawaidul-Mubtadi
  • Futuhatut-Taubah Fi Shidqi Tawajuhit-Thariqah
  • Idlahul-Karatoniyah Fima Yata`allaqu Bid-Dlalaltil-Wahabiyah
  • Ihyaul-Mayit Fi Bayani Fadhli Ahli Bait
  • Ishlahul-Balid Fi Tarjamati Qaulil-Mufid
  • Manhajul-Ibad Fi Bayani Daf`il-Fasad
  • Maslahatul-Islamiyyah Fi Ahkamit-Tauhiddiyyah
  • Maslakul-Abror Tarjamat Nadzam `Iqdud-Dar
  • Maslakul-Hal
  • Nashaihul-Awam Fii Tafqiqil-Islam
  • Risalah al-Waladiyyah
  • Risalatul-Muslihat Fi Bayani Fardlil-Maakulat Wal-Masnunat Wal-Makruhat Wal-Muharromat
  • Roihatul-Wardiyah
  • Saifudl-Dlarib
  • Salimatul Manan Fi Daf’i Syubhati Dzawi Ath-Thugyan
  • Tabshiratul-Ikhwan Fii Bayani Tasywiqil-Khallan
  • Tamyij Ash Shawab
  • Tanbihul-Ikhwan
  • Tanbihul-Muftarin
  1. Kecamatan Plered juga ada Almarhum Eyang Dalem Gandasolidengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Nitisastra.
  2. Kecamatan Purwakarta ada Almarhum H.R. Muhammad Yusuf bin R. Jayanegara (Baing Yusuf)dengan jumlah manuskrip 3 (buah) buah yang dijadikan satu, yaitu:
  • Fiqih Sunda
  • Tasawuf Sunda
  • Tafsir Sunda
  1. Kecamatan Purwakarta juga ada Almarhum Baing Marzukidengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Wawacan Iman, Elmu Reujeung Amal, berisi tentang uraian mengenai iman, ilmu dan amal dalam agama Islam
  2. Kecamatan Purwakarta juga ada Almarhum H. Muhammad Syahiddengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Nadzom Pancasila
  3. Kecamatan Purwakarta juga ada Almarhum Ustadz R. Mulyono Abdurrahman Partodihardjodengan jumlah 83 (delapan puluh tiga) buah manuskrip lengkap (60 tulisan Arab, 23 tulisan Latin)
  4. Kecamatan Wanayasa ada Almarhum Kyai R. Moehammad Moekri dengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Babad Wanayasa
  5. Kecamatan Wanayasa juga ada Almarhum  Mohammad Idris (Bapa Enih)dengan jumlah manuskrip 1 (satu) buah, yaitu: Mantra Wanayasa, berisi kumpulan mantra (jangjawokan, jampe, ajian, singlar)
  6. Kecamatan Wanayasa juga ada Almarhum Aki Koko Komardengan jumlah manuskrip 2 (dua) buah, yaitu:
  • Wawacan Paras Nabi, wawacan yang berkisah tentang lahirnya Nabi Muhammad saw.
  • Wawacan Umar Maya, wawacan yang berkisah tentang kesaktian Umar Maya dan Umar Madi.
Koleksi Pribadi R.M.A. Ahmad Said Widodo Pardjan dari Koleksi Ustadz H.R. Mulyono Abdurrahman bin Pardjan Partodihardjo

Koleksi Pribadi R.M.A. Ahmad Said Widodo Pardjan dari Koleksi Ustadz H.R. Mulyono Abdurrahman bin Pardjan Partodihardjo

Selain kecamatan-kecamatan tersebut di atas juga pernah ada seorang tokoh pemerintahan sekaligus tokoh pejuang gerilya, yaitu Almarhum H.R. Soeria Soenarja Ronggowaloejo yang mana beliau pernah menjabat sebagi Bupati Purwakarta I (1968-1969). Beliau menulis manuskrip sebanyak 18 (delapan) buah, yaitu:

I (50 tahun)

  • Regen Boncel (Bupati Caringin)/Wawacan Dalem Boncel, 1 September 1964. PN. Balai Pustaka, Jakarta, 1985.
  • Sadjarah Islam — ditulis oleh H.S. Ranggawalujo — disempurnakan oleh Darkat Darjusman. Jil 1-5, Rangkasbitung, 1966.

II (40 tahun)

  • Kiamat — dikarang ku Moh. Abday Rathomy — dibuat kawih oleh H.S. Ronggowaluyo (Residen Banten di Serang). Serang, 1975.
  • Riwayat H.S. Ronggowaluyo Residen Banten di Serang. Jil. 1, 1975.
  • Riwayat H.S. Ronggowaluyo Residen Banten di Serang. Jil. 2, 1977.
  • Wawacan Hirup Sabada Maot (Hidup Setelah Mati) — dikarang oleh Al Ustadz Bey Arifin — digubah oleh H.S. Ronggowalujo. Purwakarta, 22 Desember 1977. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah — Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  • Siliwangi Masa Ka Masa — digubah oleh H.S. Ronggowaluyo. Jil 1-2, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah — Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  • Wawacan Sajarah Anbia — dikarang oleh Al Ustadz Bey Arifin — dibuat kawih oleh H.S. Ronggowalujo. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah — Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  • Wawacan Lengkepna “Sajarah Nabi Muhammad s.a.w.” — dikarang oleh K.H. Munawar Chalil — ditulis oleh H.S. Ranggawaluja). Purwakarta, 15 Juni 1981.

III (30 tahun)

  • Wawacan Nonoman Terah Pasundan — dikarang oleh Kadar Rohmat — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya — disempurnakan oleh Darkat Daryusman. Purwakarta, 27 Januari 1982.
  • Wawacan R.A. Kartini — dikarang oleh Titi Soemandari Soeroto — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya. Jil. 1-3, Purwakarta, 01 Januari 1982.
  • Wawacan Hulapaurasidin — dikarang oleh Bahrum Rangkuti — dibuat kawih oleh H.S. Ranggawaluya — disempurnakan oleh Darkat Daryusman. Jil. 1-2, Purwakarta, 15 Januari 1983.
  • Wawacan Raja Pajajaran Pamungkas — dikarang oleh Kadar Rohmat — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya — disempurnakan oleh Darkat Daryusman. Purwakarta, 10 Maret 1983.
  • Wawacan Riwayat 60 Sahabat Rasulullah s.a.w. — dikarang oleh Khalid Muhammad Khalid — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya. Jil. 1, Purwakarta, 22 Desember 1983.
  • Wawacan Tungtunan Hirup Muslim — dikarang oleh MD Ali Al Hamidy — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya. Jil. 1, Al Ma’arif, Bandung, 1988.
  • d. Wawacan Pangeran Dipati UkurI-III.
  • d. Wawacan Wanoh Ka Allah— dikarang oleh Al Ustadz Bey Arifin — ditulis oleh H.S. Ranggawaluya. Jil. 1-3, Purwakarta, n.d.
  • Sajarah Sarsilahna Sekeseler Seuweu Siwi Katurunan Embah Patih Karsinem — Mataram Abad 17 Masehi — ditulis oleh H.S. Ronggowaluyo. Purwakarta, 01 November 1985.
Koleksi Pribadi R.M.A. Ahmad Said Widodo Pardjan dari Koleksi Ustadz H.R. Mulyono Abdurrahman bin Pardjan Partodihardjo

Koleksi Pribadi R.M.A. Ahmad Said Widodo Pardjan dari Koleksi Ustadz H.R. Mulyono Abdurrahman bin Pardjan Partodihardjo

Sungguh sangat menarik membaca naskah-naskah di atas, apalagi jika kita bisa baca tulisan huruf Arab gundul (pegon, Jawi) dan aksara Hanacaraka serta bahasa Sunda karena banyak diantaranya ditulis dalam bentuk wawacan, yang terdiri dari beberapa pupuh dari 17 (tujuh belas) buah pupuh yang ada. Terlebih-lebih Almarhum Ronggowaloejo yang sangat menggemari seni beluk, sebuah cabang kesenian asli Sunda, yang biasanya dimainkan oleh 7 (tujuh) orang pemain dan dikhawatirkan seni ini akan punah karena para pemain biasanya sudah berusia di atas 55 tahun serta hampir tidak ada regenerasi yang cukup. (R.M.A. AHMAD SAI WIDODO, Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta).

 

Ayo ke Diorama !

Ingin tahu seperti apa isi Bale Panyawangan Diorama. Yuk kita ke Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara !